Seperti Para Penyair

Tinggalkan komentar

Juni 3, 2016 oleh sabiq carebesth

CjozUxWUYAA4uou

SEPERTI PARA PENYAIR

 

Mata kita tambah redup

Tapi jiwa kita menyala

Berkobar di malam larut

Esok kita tak perduli

 

Kita terkutuk pada pagi

Dikutuki para penakut

Tapi kita burung rajawali

Pengembara malam

Tuan bagi kesepian sendiri

 

Mata kita terpejam

Hati kita berjarak

Pemberani kerap sendiri

Seperti para penyair

yang tak lagi menulis puisi

Tapi dalam hati

Terukir bahasa-bahasa

Sebagai puisi sunyi

Bagi jiwa yang sepi

Nasib kita malam ini

Bukan nasib kita subuh nanti

Selagi sepi memberi arti

Kita mau tambah merasuk

Dalam puisi—

yang ditulis dengan luka jiwa

untuk dibaca para pengelana

yang jiwanya bebas kembara

 

O pra penyair

Tergelatak di ranjang

Dadanya menyesak

Jiwanya berontak

Ingin ke luar

Menembus dinding

Barangkali rembulan

Menitip salam dari kejauhan

Rindunya yang dulu

Cintanya yang lalu

Jiwa kanak-kanaknya ambigu

Kenangan yang tak henti pergi

Pada waktu yang telah jadi abadi

 

Wahai para penyair

Sesekali menjauhlah

Berhenti dari rasa ngeri

Dalam segelas kopi

Barangkali ada kanak-kanak

Serupa kau dahulu..

 

Jakarta, 2016

 

PENYAIR DAN KUDANYA

 

Terdengar seperti suara genderang

Siapa akan berperang dengan kesunyian?

Aku melihat seekor kuda

Melompat dari dalam segelas kopi

Kuda dengan mata tampak beku

Sungguh jauh perjalanannya..

 

Apakah ada ksatria memanggilnya?

Hendak menyusuri kota

Menantang kebekuan

Atau mencari cinta

yang entah milik siapa

 

Seorang gadis berdiri dari duduknya

Di deretan kursi di kedai kopi

Aku tak menyangka—

Ia bercermin pada mata kuda

Lalu pergi menuntunnya

Barangkali ia mencari cintanya

Seorang kstaria yang telah menjelma

Menjadi pelana kuda

 

Tapi ia hendak ke mana?

O, dia ke arahku

Matanya menembus kalbuku

Kuhirup nafas penghabisan;

 

“Aku mencarimu penyairku

Pulanglah bersamaku

Tempat kau dimuliakan

Sebagai penunggang kuda

Yang bebas kelana..

Tinggalkan dunia di mana

Kuda-kuda memakan rumput

Dalam dunia kita, penyairku

Kuda-kuda memakan debu

Menenggak sisa badai

Kemudian berlari dalam kabut”.

 

Segelas kopiku tandas

Aku harus pulang

Menidurkan Puisi

Menjaganya dari mimpi buruk tentangku

 

Jakarta, 2016

 

JIWA TERAKHIR

 

Penyair adalah kuda-kuda selatan

Yang datang dari dalam lautan

Tak sudi jadi tunggangan

Tapi rela terluka demi perjalanan

 

Baginya tiada jalan kembali ke mula

Setiap kejauhan adalah mula

Bagi tujuan paling hampa

Yang telah dipilihnya

 

Ia adalah penderitaan

Ia adalah keluhan jiwa peradaban

Ia adalah penyair;

 

Yang fana waktu, luka-luka abadi

Betapa menderita penyair

Entah kapan keluh jiwanya berakhir.

 

Jakarta 2016

 

PUISI

 

Dia akan berjalan

Meniti hidup hingga jauh

Penyair merindukannya

Seperti kerinduan abadi

Penyair pada jarak…

 

Jakarta, 2016

 

SIANG INI TIDAK ADA SAJAK TUAN

 

Tidak ada puisi di siang terik

Penyair tengah sibuk bekerja

Membangun mimpi di dekat kuburan

Jadi badut atau politisi

Jadi tukang pulung atau tukang tipu

Apa bedanya?

Sajak-sajak dijual di pasar loak

Atau di sosial media, sebagai hiburan

Tapi siang ini tak ada sajak Tuan

Penyair tengah sibuk bekerja

Membangun mimpi di dekat kuburan

 

Jakarta, 2016

 

*SABIQ CAREBESTH: Lahir pada 10 Agustus 1985. Tinggal dan bekerja di Jakarta. Pemimpin Redaksi Galeri Buku Jakarta (GBJ). Buku kumpulan sajaknya “Memoar Kehilangan” (2011). Kumpulan sajak terbarunya akan segera terbit,  “Tentang Waktu Penyair” (2016).

*Puisi-Puisi ini terbit di harian Jawa Pos Edisi Minggu, 29 Mei 2016

 

Iklan

tanggapan dan opini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Arsip

Kalender

Juni 2016
S S R K J S M
« Agu    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Pengunjung

  • 43,305 hits
%d blogger menyukai ini: