PANGAN RASA KORPORASI

Tinggalkan komentar

Maret 10, 2015 oleh sabiq carebesth

Oleh: Sabiq Carebesth*

B_gYaPeUwAEedOyAncaman krisis pangan di indonesia masih rawan terutama karena tingkat kesejahteraan petani sangat rendah. Sementara tuntutan dunia global atas tersedinya pasokan pangan murah bagi populasi dunia menjadi topik pelik menyangkut ketahanan suatu bangsa baik dari segi ekonomi mau pun politik. Karenanya persolan pangan dan pembangunan sektor pertanian masih merupakan tema utama pembangunan. Sekaligus tantangan utama pemerintahan Jokowi-JK ke depan.

Sejauh hari ini dapat dilihat dan dicermati bagaimana kebijakan pangan Jokowi kental dengan rasa korporasi dalam sistem pangan dunia:

(1) Politik Anggaran untuk kebijakan pangan Jokowi-JK berorientasi lebih pada pembangunan infrastruktur pertanian seperti misalnya perbaikan irigasi tersier 3,3 juta hektar dan pembangunan 49 waduk. Untuk merealisasikan proyek tersebut, sepanjang 2014 tercatat total pembiayaan sektor pangan Indonesia mencapai Rp. 212 triliun. (2) Kementrian Pertanian dan BPN (Badan Pertanahan Nasional) tampak tidak punya arah kebijakan transformatif untuk pada saat yang sama menyokong target swasembada, dan pada sisi yang lain mengakhiri proses masif guremisasi petani. (3) Program intensifikasi demi target praktis yang tak berbasis kenyataan riil sektor pertanian dan petani kecil di pedesaan. Yang dimaksud adalah penerjunan 50.000 prajurit dan 50.000 anggota Babinsa untuk menjadi pendamping petani dan mendukung program swasembada pangan yang ditargetkan surplus produksi beras 20 juta ton dalam tiga tahun. (4) Pembukaan investasi untuk korporasi pangan dari hulu sampai hilir yang kian masif seperti pemberian konsensi lahan sawit dan monopoli benih serta alat modern di lahan pertanian telah menandai kebijakan pangan yang bercitarasa korporasi.

Kebijakan pangan Jokowi tersebut tampak ambigu dan terkesan terlalu menyederhanakan persoalan mendasar (kedaulatan) pangan. Ambigu dalam arti mengabaikan kaitan antara target (swasembada) pangan dengan situasi ekonomi politik petani terutama ketimpangan penguasaan tanah yang nyata menjadi basis kemiskinan 29 juta jiwa penduduk—18 juta jiwa di antaranya berada di pedesaan.

Dalam situasi ekonomi politik petani masih berada di level “gurem” dan subsisten kebijakan pangan nasional yang berusaha mengintegrasikan sektor pertanian-pangan ke dalam pasar komoditas pangan global dalam sistem pangan dunia (globalisasi pangan) tampaknya hanya akan mengulang kebijakan berwatak kolonial-primitif zaman kolonial di mana akumulasi kapital dan bentuk lain kapital (capital other) berlangsung dengan pemaksaan yang dilindungi oleh perangkat-perangkat negara baik perundang-undangan mau pun aparat. Di lain sisi kepentingan korporasi yang trend mutakhirnya berlangsung melalui jalan “konstitusi” nyata telah barakibat pada kian masifnya proses perampasan tanah secara sistematis (land grabbing).

Swasembada Semu

Swasembada ala korporasi yang dicanangkan pemerintah bisa menjadi “swasembada semu” belaka. Ia hanya akan tampil sebagai etalase keberhasilan pengelolan sistem (hilir) pangan, tapi pada saat yang sama jaminan kesejahteraan petani tetap terabaikan. Kuncinya dalam hal ini adalah bagaimana kerangka kebijakan kedaulatan pangan memilih jalan petani (peasen way) sebagai madzhab utama pembangunan sektor petanian-pangan.

Karenanya harus ada koreksi, campur tangan dan keberpihakan negara pada jalan petani (peasant way) harus lebih nyata. Jika tidak kebijakan pangan ambigu bercitarasa korporasi bisa menciptakan situasi yang dalam istilah Harrison dan Henry George menyebutnya sebagai sistem ekonomi bandit yang dijamin oleh hukum “This is the economics of the bandit sanctified by law” (Harrison 1983:19). Pemerintah memfasilitasi perbanditan ekonomi oleh kuasa modal yang dilindungi melalui hukum perundang-undangan. Semoga tidak. (*)

Twitter @sabiqcarebesth

Tulisan ini dimuat di halaman Annalysis SINDOWeekly Edisi Maret 2015.

Iklan

tanggapan dan opini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Arsip

Kalender

Maret 2015
S S R K J S M
« Jan   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Pengunjung

  • 44,768 hits
%d blogger menyukai ini: