[catatan malam] yang sendirian ketika hujan melanda kota

Tinggalkan komentar

Juli 11, 2014 oleh sabiq carebesth

; Alissa

Betapa mudahnya mengharapkan cinta di malam hari. Betapa menderitanya bila malam hari kita tak punya cinta. Tentu saja bahwa setiap orang memiliki cinta. Pada yang paling terlihat tak membutuhkan cinta sekali pun, bukan berarti ia tak memiliki cinta atau harapan pada cinta, ia hanya sedang terasing dari cinta.
Sulit membayangkan bagaimana seseorang bisa bertahan sendirian ketika kota ini dilanda hujan sampai tengah malam begini. Hujan yang begitu tipis, halus, tapi tak kunjung reda. Kadang kukira itu metafora yang tepat untuk kegelisahanku—yang walau sangat dingin dan murung, tapi menyelamatkanku dari kegilaan yang seakan-akan menarik-narik kesadaranku untuk memasukinya.
Seorang lain memainkan musik, seorang yang lain menyanyikan kemurungan-kemurungan; dan seorang yang lain menahan kesedihan demi seorang yang lain yang menyanyikan kegilaan-kegilaan; asmara yang mabuk. Kemabukkan yang begitu lembut, seperti suara gadis tengah kasmaran. Untuk pertama kalinya mendapati pipinya dikucup.
Cinta kerap hanya bisa dibenarkan justeru karena kegilaanya. Apakah cinta selalu menepi dari ramai? Apakah cinta selalu merupakan katarsis dari riuh? Apakah cinta bertanya? Kenapa tak kau rasakan saja getarannya, nyanyiannya, ia menggerakan tubuhmu untuk jatuh dipeluknya, ia menggerakkan matamu untuk menatap lembut persis ke dalam jantungnya, ia menggerakkan wajahmmu untuk menerimanya, ia menggerakkan langkah kakimu untuk mengajaknya pergi ke tempat di mana cinta bisa menjadi sejauh suara seruling, dan jika kau seorang perempuan kau hanya harus terus menanyakan; sementara jika kau seorang lelaki kau hanya harus terus meyakinkan; keduanya tak pernah cukup, cinta tak pernah cukup, hanya karena malam menjadi dingin kalian akan saling berhenti mengajukan tanya. Bukankah esok paginya kita masih mencinta?
Siapa yang tak memperjuangkan cintanya, ia kehilangan musik kehidupannya. Ia takkan bisa merasai kegembiraan dan perasaan yang begitu lepas. Cinta dengan caranya yang aneh akan membela sepasang kekasih yang telah memutuskan untuk bersama. (*)

@sabiqcarebesth, 2014

Iklan

tanggapan dan opini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Arsip

Kalender

Juli 2014
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Pengunjung

  • 46,833 hits
%d blogger menyukai ini: