[PUISI] Kita adalah subuh yang lama lupa pada puisi

Tinggalkan komentar

Juli 2, 2014 oleh sabiq carebesth

Kita adalah subuh yang lama lupa pada puisi
Kita adalah cahya jalanan yang terasing dari malam
Kita adalah lampu-lampu kota yang mulai sepi
Tahukah kau seorang penyair menangis sendiri
Di kamarnya yang remang ia meregang rasa
Tak pernah jatuh cinta lagi pada puisi
Ia telah luput dari dari bantal dan subuh
Subuh yang mabuk, tak lagi puisi tak lagi.

“Nyaris saja puisi datang, tapi tak jadi” keluhnya.
Kulihat puisi baru saja berkelebat dari jendelanya
Kulihat puisi baru saja menjadi lampu warna senja
Di kamarnya puisi berserakan, di dinding putih
Di lantai dan gorden warna merah jambu
Puisi jadi musik yang gemericik di kalbunya

“Aku tak merasakan apa-apa” keluhnya.
Aku baru saja melihatnya memutar musik
Ia terbang ke jauh, direngkuh lara
Diliputi derita; ditimang duka marah
“Satu subuh kita akan jatuh cinta lagi pada puisi”
Kata-kata telah jadi subuh, sebentar lagi abadi

“Mereka adalah penyair-penyair
Dan kita hanya pandir yang tersesat
Dalam gumparan kopi..”

30 Juni 2014

Iklan

tanggapan dan opini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Arsip

Kalender

Juli 2014
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Pengunjung

  • 47,981 hits
%d blogger menyukai ini: