WTO dan Kepentingan Nasional Kita

Tinggalkan komentar

Desember 8, 2013 oleh sabiq carebesth

photo 3#pict for my friend in Fhiliphina, i hope u see this pict..

Sebagai negara yang ikut mendirikan WTO (World Trade Organization) indonesia hari ini justeru menjadi negara dengan kemiskinan parah, ketimpangan yang melampaui ambang batas, ancaman krisis pangan dan kelaparan yang terus menghantui, juga korupsi “daging dan bawang” yang merugikan negara. Jadi apa keuntungan yang kita peroleh selama ini dari WTO?

Sejak berdiri 1 Januari 1995, putaran perundingan WTO Doha, Cancun, Seattle, Hong Kong, Jenewa, hingga Bali, WTO sejatinya hanya berisi agenda dan kepentingan negara maju—terutama di sektor pertanian dan pangan. “Paket Bali” kali ini kian menjadi bukti nyata dominasi agenda negara maju dalam WTO yang membuat perundingan WTO sama sekali tidak sejalan dengan semangat “fair trade”, keadilan ekoni dan demokratis.

Paket Bali yang berisi proposal fasilitas perdagangan, paket LDCs (paket proposal negara-negara kurang berkembang) dan kepentingan pertanian serta klausul damai (Peace Clause)—sangat kasat mata bias kepentingan negara maju. Refleksi tunggal kepentingan negara maju yang di desakkan dalam perundingan WTO itu pula yang jadi alasan kuat kenapa kelompok negara-negara berkembang yang tergabung dalam G-33, di mana Indonesia menjadi ketuanya, menyodorkan proposal soal isu pertanian dan ketahanan pangan.

G-33 mendesakkan reformasi di sektor pertanian dan finalisasi agenda Putaran Doha, termasuk mengurangi hambatan perdagangan yang menurunkan produktivitas dan daya saing jutaan petani di negara berkembang. Dalam konteks reformasi sektor pertanian secara umum, negara G-33 menekankan perlunya kesepakatan perihal special products (SPs) dan special safeguards mechanism (SSM) yang secara efektif memungkinkan negara-negara berkembang memperhitungkan kebutuhan mereka.

Dalam perkembangannya India menjadi negara yang paling bersuara keras menolak dominasi negara maju dengan meminta agar sektor pangan dan pertanian negara berkembang bebas dari agenda “free trade”. Sektor agraria bagi negera berkembang adalah fundamental yang tak bisa diganggu gugat oleh kepentingan negara maju.

***
photo 2Indonesia sejatinya berada dalam kondisi nasional seperti India, terlebih kapasitas indonesia sebagai ketua G-33. Sayangnya suara indonesia justru merefleksikan hal yang berbeda. Indonesia malah mengkonfirmasi sikap India sebagai egois dan sarat kepentingan politik menjelang pemilu di India pada 2014. Ya, indonesia akhirnya lebih ingin India menyetujui paket Bali. Alih-alih mendukung sikap India, Indonesia justru terkesan ikut menekan posisi India ke titik dimana tak ada pilihan selain mensepakati paket liberalisasi pertanian yang diinginkan negara maju terutama Amerika dan Uni Eropa.

Oleh karenanya agenda WTO di Bali kali ini layak dikritisi lantaran pemerintah indonesia tampak tidak punya agenda nasional khususnya terkait pembangunan pertanian dan pedesaan—karena sejatinya tanpa agenda nasional yang jelas terkait pembangunan pertanian dan pedesaan, indonesia hanya menjadi fasiltator kepentingan asing dan negara-negara maju.

Apa kepentingan nasional kita hari ini? Melihat fakta bahwa kita masih merupakan negera berkembang agraris dengan sebagian besar penduduknya mengandalkan sektor agraria sebagai pilihan hidup, pemenuhan kebutuhan pangan dan ekonomi sehari-hari, tentu kepentingan nasional dimana hajat hidup orang banyak itu nyata—adalah pembangunan pedesaan dan pertanian pangan. Tujuannya jelas, memenangi perang dari kemiskinan dan ketimpangan, serta menjamin kedaulatan pangan. Keduanya merupakan pondasi utama bagi pembangunan bangsa ini sebelum memimpikan sejajar dengan dunia modern yang lebih maju…Bersambung…

@sabiqcarebesth

Iklan

tanggapan dan opini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Arsip

Kalender

Desember 2013
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Pengunjung

  • 46,296 hits
%d blogger menyukai ini: