“Memoria”

Tinggalkan komentar

September 14, 2013 oleh sabiq carebesth

foto by: camilleboitel;teater payunghitam

foto by: camilleboitel;teater payunghitam

Memoria

O, pernah ya dalam sunyinya pagi berkabut tipis di antara dingin dan sisa hujan yang malas menyanyikan madah hening; redam kalbuku memburu kenangan yang kini tergolek di atas ranjang yang telah dibersihkan dari bau hujan musim lalu. Apa kau masih percaya waktu menuju kepada jauh? Bukankah telah kita pahami antara kita waktu adalah kenangan fana yang menjelma labirin dimana jalan yang kita tempuhi adalah awal setiap kepergian dari mana kita sempat mencintai puisi dan bermimpi; dan ketika hujan menderas kembali, kita telah berlalu dari kenangan.

Lalu katamu: “Bahasa adalah jembatan panjang menziarahi kenangan.” Kita tak pernah tuntas pada waktu, tak usang pada lekang dari zaman yang gemar merayakan lupa di tengah pesta pora kota yang berubah menjadi payung hitam bagi cakrawala keadilan yang mengaisi sisa hujan dari kelopak langit di mata seorang perempuan dan anak-anak yang kehilangan.

“Kukucup selamat jalan, tapi pada jalanan panjang kita kan semaikan bunga-bunga keadilan.”

12 September 2013
Sabiq Carebesth

Iklan

tanggapan dan opini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Arsip

Kalender

September 2013
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Pengunjung

  • 44,768 hits
%d blogger menyukai ini: