Yang Maha Entah

Tinggalkan komentar

Maret 9, 2012 oleh sabiq carebesth

# (Belum ada judul)

Malam yang membuatmu berlari menyusuri riwayat punggung lautan diantara kapal-kapal tua nun muram. Malam yang membawamu mengitari wajah langit dibibir nasib antara pengorbanan dan kehendak.

Malam yang membuatmu bertanya pada hidup tentang pertemuan dan kehilangan; lalu sebagaimana engkau dipertemukan dengan magis engkau berharap ia dikembalikan padamu dengan suatu sihir yang tak perlu kau mengerti.

Malam yang membuatmu tak sempat berhenti untuk diam mellihat wajahmu diantara rembulan dikaca jendela;sehingga kau mengerti betapa perjalanan selama ini telah meminta semuanya dari hidupmu; semuanya tanpa sisa sebelum kepergiannya petang nanti.
*Agustus 2011

# (belum ada judul)

Mari kita pendam derita dalam pemakaman jiwa sendiri-sendiri. Mari kita tabuh genderang di hadapan hidup yang sangsi. Kita lantunkan lagu-lagu paling ngilu agar hidup tambah biru. Kita rayakan kesia-siaan dan kesepian di antara penderitaan yang bertaburan bagai bintang telanjang di gugus. Mari kita dekap lara sampai batin terbakar hangus menjadi debu. Kita hanya debu-debu yang bersiap terbang ringan tak berarti.

Kita yang dibakar asmara tanpa senggama. Cinta yang mati dan kita adalah perangkai bunga yang sepenuh dalamnya jiwa merangkai warna untuk ditabur dipemakaman cinta yang kita matikan sendiri. Kita gali kuburan dan mengukir nama-nama kita di atas nisan dari rindu yang menjadi batu tua berlumut kekelaman yang dijelmakan waktu menjadi masa silam. *Agustus 2011

#Yang maha entah

Kita duduk bersandar di sulam kelambu matahari; menyandarkan hati mengajak diri berkabung pada kesia-siaan yang kita kira keriuhan pesta pora dan ternyata kelukaan hati yang tak kepalang pesakitannya. Tangis sedu pada huruf-huruf air mata bergguguran seperti prajurit kesunyian yang tersesat dikegalapan rimba belantara; tertusuk runcing ranting dari pohon keraguan yang tumbuh bak raksasa kemarahan dalam diri yang takberdaya.

Mohonkan ampun dihadapan hidup yang lusuh sebab keriuhan debu-debu yang menari semau sendiri menjadi menara yang menyimpankan ribuan kenangan dari ketertundaan ribuan hasrat dan doa-doa.

Kutabuh melam ini dentang lonceng dalam diriku; memanggilmu dengan bahasa desir bisunya angin; agar kau datang membawakan setetes waktu dalam tetes air mata yang maha perlahan-lahan untuk dilepas tumpahkan menandai kedatangan yang mengakhiri ringkikan kuda paling binal dalam diriku yang murung kehilangan kupu-kupu dalam pandangan mata yang menggoda dengan jelita nasibku.

Datang lah perlahan-lahan, lembut sehalus nyanyian dua manusia yang melantunkan madah asmara tentang hatinya yang terlarang mencinta. Datanglah bagai rintihan hati seorang wanita yang tengah bermimpi kekasihnya datang membawakan hasrat paling menggetarkan yang membuat sesuatu dari jiwa Sang Perawan kasih menari malu-malu lalu bersungut merayu dalam doa penghambaan sebab mengandung cinta dari kehendak tanpa sebab yang hanya bisa dimengerti oleh isyarat surgawi.

*Agustus 2011

# Sajakku

Sajakku sajak Aku bersajak bukan untuk membeli tuak Dari candu jiwa hingga mabuk tergeletak Sajakku bukan sajak Aku mabuk untuk merengkuh utuh isyarat Candu jiwamu kutenggak hingga tergeletak Sajakku sajak mabuk Sajakku bukan sajak Sajakku sajak Bukan aku;juga bukan kau Sajakku hanya sajak Sajak…Sajak…

(Ciawi, Juli 2011)

Sabiq Carebesth, lahir pada 10 Agustus 1985, pecinta buku dan kesenian.

sumber tulisan; http://oase.kompas.com/read/2011/08/25/02300653/

Iklan

tanggapan dan opini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Arsip

Kalender

Maret 2012
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Pengunjung

  • 46,296 hits
%d blogger menyukai ini: