Pemabuk di Sudut Mata Lembutmu

Tinggalkan komentar

Maret 9, 2012 oleh sabiq carebesth

#Pemabuk Di Sudut Mata Lembutmu
Malam di mana kau disembunyikan oleh sebotol tuakku; kau menjadi lagu menjadi musik yang mendendangkan harapan akan pertemuan suatu hari nanti. Ada keheningan yang dijelmakan tanpa alasan. Ada sebatang rokok yang merintih-rintih di atas asbak seperti tungku peraduan dan hatiku diletakkan diatasnya.
Engkau di sana menyanyikan lagu-lagu dan malam mengabarkan betapa sepinya kehilangan. Tapi apa yang kulihat, dan kau tak melihatnya_hatimu yang mendendangkan madah-madah asmara kita, dilantunkan dengan hening di atas gunung jiwa yang meninggi ke pucuk penantian dibelai angin malam merasuki setiap tulang dan kehidupan membeku.
Kita yang diguncang oleh ombak dari airmatamu yang tumpah membadaikan malam dan dingin.

Pertanyaan-pertanyaan tergolek kaku seperti sekumpulan nisan dalam prasasti dan tugu. Hendak di paksa menari dua jiwa kita yang nyeri. Dingin dan kebekuan yang menggigilkan harapan di pucuk lampu-lampu seperti malam-malam yang lalu. Dan di manakah hidup hendak mersetui percumbuan kita yang maha absurd.

Saut-bersaut dalam harap dan penantian; dua hati kita disimpang jalan di tepian batas yang mempesiang kedalaman jadi pekuburan dan babak asmara kita nyaris dalam kebekuan nisan dari runcing dagumu yang menyunggingkan senyuman bagi seorang asing yang datang menabur bunga di atas pemakaman jiwamu.
II
Kemabukanku dilumat rasa sakit yang diliputi cahaya. Rintihan yang mendoa di malam membuta antara kematian dan hidup baru. Air matamu alangkah sunyinya; lolongan hatimu alangkah sepinya; hanya yang maha hening sudi menengadahkan tangan agar menjadi lautan bagi ombak kerinduanmu yang mendalam tanpa batas tepi pasang gelombang jiwamu tiada kau mengerti.
Itu kah hatimu, melangkah hendak menjauh melepaskan segumpal cahaya yang dikandung dalam doa malammu dalam berjalan melewati api asmaradana? Hai siapa itu pemabuk dalam segelas kopi membawakan sepotong senja keemasan yang biasanya, berdiri di tepi dua mata lembutmu, menyanyikan lagu-lagu paling buruk yang membuatmu terpaksa merayu bocah kecil dalam kesepiannya; bisakah ia tertidur tanpa tatapan lembutmu; ibu bagi jiwanya yang yatim piatu.
Segurat takdir hendak meluluh pada jiwa kanak-kanaknya.
III

Aku menari sendiri dalam kamar jiwaku diiringi tabuh-tabuhan setiap jiwa yang lara karena asmara diantara dentuman-dentuman tanpa akhir dari kerinduan bertubi-tubi yang melantunkan segala yang urung dilafadzkan mantera dan doa malammu.

Aku berlari-lari mengitari sunyi mencari sepi yang menyembunyikan keriaanmu dalam warna tanpa rupa cahaya. Aku mencarimu dari kota ke kota, dari gedung-gedung hotel dan kafe, dari jeda-jeda kata di tengah sajak semati kamarku yang membeku tak merayu, di manakah engkau? Aku ingin mati agar kau datang membawakan segelas kopi dan sajak yang urung menuliskan namamu dan namaku. Selamat tinggal…

(di Kamar, Jakarta 16 Juli 2011)

#Dalam kamarku
Tumpah ruah pada malam kini, kesepian pada tempatnya sendiri, sesunyi-sunyinya, disandarkan kepada hening yang nyaris tak dapat dikenangnya, kemana ramai lampu kota dan canda kepiluan dari cinta yang ditaruh dibibir nasib, pada malam kini tak ada yang mencari malam. Malam pada malamnya sendiri, berjajar seperti barisan waktu yang berdetak lirih-lirih pamit berlalu.

Pada malam kini dalam kamarku, kuambil sejurus jarak dari malam yang lalu, pada lampu-lampu malam dan kereta laju, di sini pada malam kini kutimang diriku, dalam kekosongan usai kurelakan segala

kejadian;sekarang aku orangnya kosong, ingatan berjatuhan dihadapan jarak antara malam dan kota itu, aku sekarang dimana?
Sebuah tatapan menyelinap, kupandang jelas pada bola mata yang terpelanting dalam kolam jiwa yang maha meragu, pandanganmu yang biasanya, tatapan mata lembutmu…
(Di kamar, 20 Mei 2011)

#20 Juli 2011

Hanya sebuah gorden warna merah jambu, dibelai helai angin; hanya perasaanku yang membiru, dibelai helai hening dari kepasrahan jiwa yang mau hidup nanti. Oh,
Untuk alasan yang apa sebuah pecahan dari lempengan batinku harus dipasung oleh kemungkinan akibat. Hidup yang tengah mencari celah ditengah laju nyanyian nasib yang seperti enggan pada jeda; aku, aku, aku!! Oh,
Untuk sebuah apa ketertundaan ini digerenyitkan oleh tulang dari daguku yang menjadi karang batas ombak batin dalam memberi sempat pelayaran perahu kertas yang dilarungkan dua anak kecil yang adalah jiwa dan aku. Oh,

Ratapku digemakan angin seperti beliung yang menyapu lembut pantai jiwamu yang mengombak hempaskan ribuan pertanyaanku tentang kepiluan, lalu kita sama menengadah ke mendung dikabut kelabu; siapa itu mukanya sendu tabah benar melukis ratap. Oh,

(di kamar, 20 juli 2011)

#Dalam Segelas Kopiku

Kau seperti busa Dalam secangkir kopi Yang diucapkan dari Kedalaman nun pekat Kemurnian cahaya Dari hitam dan kelam
Engkau hendak tutupi Gelombong pasang dari Kedalaman masa silam
Biar lah biar; biar, biar lah Busa itu melarutkan langit Ke dalam segelas kopimu,
(di Kamar, Juni 2011)

# Hujan sejenak di bulan Juli
Hujan sejenak di bulan Juli bertalu-talu lagu mengiring nyanyi hati

Pertanyaan membeku dalam tari Gerak lembut isyarat batas dalam diam

Tak bernama semua cerita Membeku semua nama Hanya doa dalam hening cinta Ditimang ditali malam Agar kau datang membawakan impian Sebelum membeku dalam menghilang
(di Kamar, 7 Juli 2011)

*Sabiq Carebesth___lahir pada 10 Agustus 1985. Pecinta buku dan Kesenian, mengarang dan menulis, redaktur Jurnal dan Bulletin.Ttinggal dan bekerja di Jakarta.

sumber: http://oase.kompas.com/read/2011/09/13/20492926/Puisi-puisi.Sabiq.Carebesth
sumber gambar ilustrasi; http://edytok.wordpress.com/2009/02/10/lukisan-01/

Iklan

tanggapan dan opini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Arsip

Kalender

Maret 2012
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Pengunjung

  • 46,269 hits
%d blogger menyukai ini: