Marjinalisasi Kaum Perempuan, Analisis GENDER DAN TRANSFORMASI SOSIAL

1

Februari 6, 2012 oleh sabiq carebesth

 Judul: ANALISIS GENDER DAN TRANSFORMASI SOSIAL/ Penulis: Mansour Fakih/ Penerbit: INSISTPress/ Harga: Rp.35.000,-/ ISBN: 979-3457-93-7/ Edisi: I, September 2008/ Tebal: 13x19cm; xxi +192hlm./

Banyaknya pendekatan dan teori tentang permasalahan perempuan menyebabkan munculnya perbedaan dalam analisis dan pemahaman tentang penindasan dan eksploitasi terhadap kaum perempuan. Permasalahan perempuan pun terentang dalam spektrum yang luas; mulai dari benak setiap individu, tafsir agama, sampai institusi negara. Sehingga upaya penegakan keadilan gender dapat berarti juga sebagai upaya menggugat privilege yang dinikmati sebagian kelompok masyarakat_diantaranya adalah perempuan.

Dengan demikian, gerakan transformasi gender tidak sekadar memperbaiki status perempuan yang indikatornya menggunakan norma laki-laki, melainkan memperjuangkan martabat dan kekuatan perempuan. Kekuatan yang tidak dimaksudkan untuk mendominasi yang lain, tetapi kekuatan internal untuk mengontrol hidup dan jasad, dan kemampuan meraih akses terhadap alokasi sumber-sumber material dan nonmaterial. Sementara itu, tugas utama analisis gender adalah memberikan makna, konsepsi, ideologi, dan praktik hubungan antara perempuan dan laki-laki serta implikasinya terhadap aspek-aspek kehidupan lain yang lebih luas.

Buku yang menguraikan pengertian gender dan kaitannya dengan berbagai konsep tentang perubahan sosial ini, sejak pertama kali diterbitkan pada tahun 1996, tetap menemukan konteksnya sampai sekarang. Hal ini terjadi karena buku ini menyentuh pandangan-pandangan dasar dari gerakan perempuan, dan masih banyaknya praktik penindasan terhadap kaum perempuan sampai saat ini.

Penulis buku ini, (alm) Mansour Fakih tentu tidak asing lagi bagi para aktivis gerakan sosial di Indonesia, bahkan di tingkat internasional. Berbeda dengan kebanyakan kaum intelektual di Indonesia, Mansour tidak tumbuh dari laboratorium sepi dan menara gading intelektual yang angkuh. Ia tumbuh dari dialektika teori dan praktek. Ia pernah  berkesimpulan bahwa banyak orang di Indonesia yang beragama dengan pemahaman teologis yang keliru. Agama yang berkembang menjadi sesuatu yang dogmatis. Pemahaman Islam yang sekadar menerima agama dan wahyu sebagaimana adanya, akhirnya mengarah pada kejumudan berpikir, terutama di dalam menghadapi persoalan hidup sehari-hari. Mansour merasa, bahkan, agama dapat menjadi alat bagi kekuasaan untuk melakukan penindasan dengan diam-diam, termasuk pada perempuan?

Marjinalisasi Kaum Perempuan

Sejarah manusia selalu penuh diisi dengan kisah-kisah ketidakadilan sosial. Berbagai analisis dan teori sosial pun lahir dan berkembang untuk menjawab permasalahan tersebut. Akan tetapi, pernahkah kita berhenti sejenak dan memikirkannya dari sudut pandang kaum perempuan? Hal itulah yang coba diangkat (Alm) Mansour Fakih dalam buku setebal 192 halaman ini. Hal pertama yang harus dipahami oleh setiap orang jika hendak memahami permasalahan ketidakadilan sosial dari sudut pandang kaum perempuan adalah membedakan konsep jender dan seks (jenis kelamin).

Mohamad Final Daeng dalam ulasannya atas buku “Analisis Gender dan Transformasi Sosial” ini menguraikan, seks atau jenis kelamin didefinisikan sebagai perbedaan biologis antara dua jenis kelamin manusia yang membawa perbedaan-perbedaan ciri, yakni laki-laki dan perempuan. Laki-laki adalah manusia yang memiliki penis, jakun, dan memproduksi sperma. Adapun perempuan adalah manusia yang memiliki vagina, rahim, alat menyusui, dan memproduksi telur. Alat-alat tersebut sifatnya melekat dan tidak bisa dipertukarkan antarsatu jenis kelamin dengan yang lain. Sementara itu, jender merupakan konsep yang dikonstruksikan secara sosial maupun kultural, untuk membedakan sifat-sifat nonlahiriah antara laki-laki dan perempuan.

Dalam konsep jender, laki-laki dianggap kuat, rasional, jantan, dan perkasa. Sedangkan perempuan lekat dengan atribut lemah lembut, cantik, emosional, dan keibuan. Berbeda dengan seks, konsep jender ini bisa dipertukarkan satu sama lain. Seiring berjalannya waktu dan tak lepas dari bentukan masyarakat, agama, dan negara, konsep jender bertransformasi dan seakan-akan telah menjadi ketentuan Tuhan yang tetap seperti perbedaan biologis dan karenanya dianggap sebagai kodrat. Hal inilah yang selanjutnya memengaruhi pola hubungan relasi kekuasaan antara laki-laki dan perempuan. Pemiskinan Penulis meyakini, hal tersebutlah yang menjadi akar ketidakadilan sosial atas kaum perempuan dan sumber penindasan terhadap mereka hingga hari ini. Ketidakadilan jender telah menghasilkan keistimewaan-keistimewaan kepada laki-laki. Di sisi lain, perempuan mendapatkan berbagai bentuk marjinalisasi seperti pembatasan ruang gerak perempuan dalam ranah privat, pemiskinan ekonomi, subordinasi, kekerasan, hingga beban kerja berlebihan.

Buku yang pertama kali dicetak pada tahun 1996 ini awalnya berjudul Menggeser Konsepsi Gender dan Transformasi Sosial. Meskipun telah berganti judul, dari segi substansi, edisi kedua buku ini tidak berbeda dari edisi pertamanya. Penyempurnaan hanya dilakukan penulis dari segi tata bahasa, sistematika, dan tambahan beberapa uraian penyajian. Buku ini mengupas pembahasan lengkap tentang bentuk-bentuk ketertindasan perempuan di segala bidang akibat ketidakadilan jender seperti dalam dunia kerja, politik, dan agama. Penulis juga memberi soal anatomi dan arah gerakan kaum perempuan selama ini yang lebih dikenal dengan gerakan feminisme. Ada pula pembahasan tentang posisi analisis jender dalam kajian teori-teori sosial lainnya seperti developmentalisme, marxisme, hingga teori hegemoni. Di bab terakhir, penulis juga memberikan perhatian terhadap agenda-agenda mendesak yang dihadapi berkaitan dengan isu emansipasi perempuan serta bagaimana merumuskan strategi gerakan feminisme di Indonesia dengan segala tantangannya. Akhirnya, buku ini akan sangat berguna bagi mahasiswa, akademisi, praktisi, pejuang emansipasi perempuan, atau siapa pun yang tertarik mendalami isu-isu jender dan segala dinamikanya. Selamat membaca!***

 

Iklan

One thought on “Marjinalisasi Kaum Perempuan, Analisis GENDER DAN TRANSFORMASI SOSIAL

  1. Fatimah Sialana berkata:

    bagaimana cara memperoleh buku ini? tolong hub saya di nmr 082199994866 fatimah sialana. makasih

tanggapan dan opini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Arsip

Kalender

Februari 2012
S S R K J S M
« Okt   Mar »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829  

Pengunjung

  • 47,981 hits
%d blogger menyukai ini: